Rapat yang tertunda
Assalamu'alaikum Wr Wb
Sebelumnya mohon ma'af yang sebesar-besarnya perlu saya sampaikan kepada bapak /ibu guru beserta karyawan SMP Muhammadiyah 4 Tayu atas kelancangan saya menulis ungkapan isi hati ini di blog, karena saya berharap kondisi yang terjadi pada medan amal kita (Sekolah) bisa kita fahami bersama. Sehingga solusi bisa kita dapatkan dari semua dewan guru & karyawan. Kecuali itu, mungkin dengan cara seperti ini bapak /ibu bisa punya waktu untuk menganalisa materi yang saya sampaikan srbelum berkumpul di forum rapat
. Sebenarnya banyak yg akan saya sampaikan ,akan tetapi mengingat efisiensi materi, maka hal yg penting dan mendesak saja yg saya share di sini, yaitu :
1. Intruksi dari bpk Pengawas lewat bpk Kepsek, bahwa pada semester 2 ini beliau akan mengadakan monitoring yg sifatnya sidak. Olek karena itu semua bpk/ibu Guru diintruksikan untuk membuat perangkat KBM /RPP.
2. Jadwal mengajar telah dibuat. Memang ada sedikit revisi, yaitu :
A. Bpk Angga WP, S. Pd, mengajar mapel B. Ind kls 8 dan 9,disamping tetap menjadi wali kelas 9. Sedangkan Ibu Siti Wulansari, S. Pd mengajar B. Ind kls 7 dan Seni budaya kls 7, 8, 9. Untuk Ibu Mus Purwanti, S. Pd mengajar B. Jawa kls 7, 8, 9 dan IPS kls 7.
3. Ujian Praktik harus segera dilaksanakan mengingat di semester ini kegiatan untuk kls 9 sangat padat. Oleh sebab itu Bpk /Ibu guru mapel yg diujikan praktik segera koordinasi dng Bpk Panitia Ulangan dan Ujian yaitu Bpk A. Syaifuddin S. Pd. I
Sedangkan mapel yg dipraktikkan ada 9 ,yaitu :
1. PAI, 2. B. Ind, 3. B. Inggr, 4. IPA, 5. Penjas, 6. Seni Budaya , 7. B. Jawa, 8. TIK, 9. B. Arab.
4. Bahwa kondisi keuangan sekolah yg dijadikan jantung hidup dan klengernya sekolah hanya bersumber dari dana BOS APBN dan BOS APBD II, diantanranya sbb :
a. Bos APBN, per siswa per tahun Rp. 1.000.000.
b. Bos APBD II, per siswa pertahun Rp. 86.000.
Sehingga pada tahun kemarin dengan jumlah peserta didik 77 siswa,mmendapatkan :
a. Bos APBN Rp. 77.000.000. setahun. Akan tetapi ada kewajiban 20 % dari dana itu harus digunakan untuk membeli buku siswa. Sehingga dana yg boleh dipakai untuk operasional sekolah tinggal 80 % ,yaitu 80/100 x Rp. 77.000.000 = Rp.61.600.000
b. Boss APBD II = 77 siswa X Rp 86.000 =Rp 6.222.000.
Jadi dana untuk membiayai sekolah = Rp 68.222.000.
Ternyata Dana sejumlah itu hanya bisa bertahan selama 10 bulan, dengan perincian perbulan Rp 6.822.200.
Jika HR guru & karyawan rata -rata perbulan Rp 6.000.000,maka anggaran sekolah di luar HR perbulan = Rp 6.822.200-Rp 6.000.000 = Rp 822.200.
Jadi dengan tidak menghitung anggaran sekolah di luar HR yg berjalan 2 bulan (Karena 1 tahun = 12 bulan dan tidak 10 bulan), divisit pembayaran HR guru & karyawan adalah = 2 x RP 6.000.000 =RP 12.000.000.
Ketika kemarin saya bertanya kepada Bapak Operator Sekolah, "Berapa Pak jumlah siswa yg bisa terdaftar di dapodik? ". Beliau menjawab, "Tuju puluh dua ".
Maka dengan jumlah peserta didik = 72 siswa, anggaran sekolah yg bisa digunakan pada tahun ini adslah :
a. Dari Dana Bos APBN = 72 siswa X Rp 1.000.000 x 80 % = Rp 57.600.000.
b. Dari Dana Bos APBDII = 72 siswa x Rp 86.000 =Rp 6.192.000.
Jadi jumlah dana yg bisa dipakai sekolah dalam setahun = Rp 63.792.000.
Apabila anggaran itu dihabiskan selama 10 bulan, maka perbulan tersedia anggaran Rp 63.792.000 : 10 = Rp 6.379.200.
Lantas pembagiannya adalah :
1. Untuk HR /bulan = Rp 5.557.200 (hanya berlangsung selama 10 bulan)
2. Untuk kebutuhan sekolah di luar HR = Rp 822.000 (seperti tahun lalu, cuma dihitung 10 bulan)
Problem yang kita hadapi adalah :
=> Jika anggaran untuk HR 10 bulan itu dijadikan penggunaannya untuk 12 bulan (agar kita bisa menerima HR dalam 1 tahun 12 kali terima), maka anggaran HR perbulan menjadi (10/12)x Rp 5.557.200 = Rp 4.631.000.
=> Jika dibandingkan wacana anggaran HR pada tahun ini dengan yg telah terlanjur terjadi pada tahun yg lalu, maka terlihat ada penurunan sebesar = (4.631.000 : 6.000.000) x 100 % = 23 %
=> Permasalahan sebagaimana saya ungkapkan itulah yg mengharuskan kita untuk berfikir mencari solusinya. Saya percaya bahwa Bpk/ibu mampu mengatasi masalah ini, mengingat kemampuan mengkonsep problematika anggaran sekolah ini berasal dari saya selaku orang yg sudah sangat berkurang dalam segalanya, baik pemikiran, usia, dan kesehatan.
=> Didamping itu, saya juga sangat memohon agar perihal yg mingkin terkesan remeh ini cukuplah menjadi permasalahan intern saja Jangan sampai menyebar ke luar group.
=> Kalau saya mengingropeksi dan mau jujur, barangkali saya mesti rela menerima sebutan sebagai "orang yg serakah ". Mengapa begitu ?
Dipandang dari segi usia ,srbutan yg nyaman untuk saya adalah "manula". Ditinjau dari aspek daya ingat, jelas sudah banyak berkurang, terbukti saya sering lupa. Apalagi kalau diperiksa dari segi medis ,sepertinya sudah tidak layak lagi melaksanakan tugas yg melibatkan fikiran dan fisik.
Dari hasil evaluasi tersebut, maka saya sekali lagi mohon terhadap bpk/ibu guru & karyawan untuk memilih diantara bapak /ibu yg lebih cocok menggantikan saya selaku kurikulum dan atau bendahara sekolah
Demikian sepintas ulasan singkat saya, sebagai rangkuman materi yg sebenarnya akan sy sampaikan di dalam forum rapat sekolah. Dan tentunya lewat blog dan WAw group ini saya mohon tanggapan dari Bpk /Ibu Dewan Guru dan Karyawan SMP Muhammadiyah 4 Tayu. Mohon ma'af jika ada kekilafan dan kekurangan
Wassalamu'alaikum Wr Wb.
Sebelumnya mohon ma'af yang sebesar-besarnya perlu saya sampaikan kepada bapak /ibu guru beserta karyawan SMP Muhammadiyah 4 Tayu atas kelancangan saya menulis ungkapan isi hati ini di blog, karena saya berharap kondisi yang terjadi pada medan amal kita (Sekolah) bisa kita fahami bersama. Sehingga solusi bisa kita dapatkan dari semua dewan guru & karyawan. Kecuali itu, mungkin dengan cara seperti ini bapak /ibu bisa punya waktu untuk menganalisa materi yang saya sampaikan srbelum berkumpul di forum rapat
. Sebenarnya banyak yg akan saya sampaikan ,akan tetapi mengingat efisiensi materi, maka hal yg penting dan mendesak saja yg saya share di sini, yaitu :
1. Intruksi dari bpk Pengawas lewat bpk Kepsek, bahwa pada semester 2 ini beliau akan mengadakan monitoring yg sifatnya sidak. Olek karena itu semua bpk/ibu Guru diintruksikan untuk membuat perangkat KBM /RPP.
2. Jadwal mengajar telah dibuat. Memang ada sedikit revisi, yaitu :
A. Bpk Angga WP, S. Pd, mengajar mapel B. Ind kls 8 dan 9,disamping tetap menjadi wali kelas 9. Sedangkan Ibu Siti Wulansari, S. Pd mengajar B. Ind kls 7 dan Seni budaya kls 7, 8, 9. Untuk Ibu Mus Purwanti, S. Pd mengajar B. Jawa kls 7, 8, 9 dan IPS kls 7.
3. Ujian Praktik harus segera dilaksanakan mengingat di semester ini kegiatan untuk kls 9 sangat padat. Oleh sebab itu Bpk /Ibu guru mapel yg diujikan praktik segera koordinasi dng Bpk Panitia Ulangan dan Ujian yaitu Bpk A. Syaifuddin S. Pd. I
Sedangkan mapel yg dipraktikkan ada 9 ,yaitu :
1. PAI, 2. B. Ind, 3. B. Inggr, 4. IPA, 5. Penjas, 6. Seni Budaya , 7. B. Jawa, 8. TIK, 9. B. Arab.
4. Bahwa kondisi keuangan sekolah yg dijadikan jantung hidup dan klengernya sekolah hanya bersumber dari dana BOS APBN dan BOS APBD II, diantanranya sbb :
a. Bos APBN, per siswa per tahun Rp. 1.000.000.
b. Bos APBD II, per siswa pertahun Rp. 86.000.
Sehingga pada tahun kemarin dengan jumlah peserta didik 77 siswa,mmendapatkan :
a. Bos APBN Rp. 77.000.000. setahun. Akan tetapi ada kewajiban 20 % dari dana itu harus digunakan untuk membeli buku siswa. Sehingga dana yg boleh dipakai untuk operasional sekolah tinggal 80 % ,yaitu 80/100 x Rp. 77.000.000 = Rp.61.600.000
b. Boss APBD II = 77 siswa X Rp 86.000 =Rp 6.222.000.
Jadi dana untuk membiayai sekolah = Rp 68.222.000.
Ternyata Dana sejumlah itu hanya bisa bertahan selama 10 bulan, dengan perincian perbulan Rp 6.822.200.
Jika HR guru & karyawan rata -rata perbulan Rp 6.000.000,maka anggaran sekolah di luar HR perbulan = Rp 6.822.200-Rp 6.000.000 = Rp 822.200.
Jadi dengan tidak menghitung anggaran sekolah di luar HR yg berjalan 2 bulan (Karena 1 tahun = 12 bulan dan tidak 10 bulan), divisit pembayaran HR guru & karyawan adalah = 2 x RP 6.000.000 =RP 12.000.000.
Ketika kemarin saya bertanya kepada Bapak Operator Sekolah, "Berapa Pak jumlah siswa yg bisa terdaftar di dapodik? ". Beliau menjawab, "Tuju puluh dua ".
Maka dengan jumlah peserta didik = 72 siswa, anggaran sekolah yg bisa digunakan pada tahun ini adslah :
a. Dari Dana Bos APBN = 72 siswa X Rp 1.000.000 x 80 % = Rp 57.600.000.
b. Dari Dana Bos APBDII = 72 siswa x Rp 86.000 =Rp 6.192.000.
Jadi jumlah dana yg bisa dipakai sekolah dalam setahun = Rp 63.792.000.
Apabila anggaran itu dihabiskan selama 10 bulan, maka perbulan tersedia anggaran Rp 63.792.000 : 10 = Rp 6.379.200.
Lantas pembagiannya adalah :
1. Untuk HR /bulan = Rp 5.557.200 (hanya berlangsung selama 10 bulan)
2. Untuk kebutuhan sekolah di luar HR = Rp 822.000 (seperti tahun lalu, cuma dihitung 10 bulan)
Problem yang kita hadapi adalah :
=> Jika anggaran untuk HR 10 bulan itu dijadikan penggunaannya untuk 12 bulan (agar kita bisa menerima HR dalam 1 tahun 12 kali terima), maka anggaran HR perbulan menjadi (10/12)x Rp 5.557.200 = Rp 4.631.000.
=> Jika dibandingkan wacana anggaran HR pada tahun ini dengan yg telah terlanjur terjadi pada tahun yg lalu, maka terlihat ada penurunan sebesar = (4.631.000 : 6.000.000) x 100 % = 23 %
=> Permasalahan sebagaimana saya ungkapkan itulah yg mengharuskan kita untuk berfikir mencari solusinya. Saya percaya bahwa Bpk/ibu mampu mengatasi masalah ini, mengingat kemampuan mengkonsep problematika anggaran sekolah ini berasal dari saya selaku orang yg sudah sangat berkurang dalam segalanya, baik pemikiran, usia, dan kesehatan.
=> Didamping itu, saya juga sangat memohon agar perihal yg mingkin terkesan remeh ini cukuplah menjadi permasalahan intern saja Jangan sampai menyebar ke luar group.
=> Kalau saya mengingropeksi dan mau jujur, barangkali saya mesti rela menerima sebutan sebagai "orang yg serakah ". Mengapa begitu ?
Dipandang dari segi usia ,srbutan yg nyaman untuk saya adalah "manula". Ditinjau dari aspek daya ingat, jelas sudah banyak berkurang, terbukti saya sering lupa. Apalagi kalau diperiksa dari segi medis ,sepertinya sudah tidak layak lagi melaksanakan tugas yg melibatkan fikiran dan fisik.
Dari hasil evaluasi tersebut, maka saya sekali lagi mohon terhadap bpk/ibu guru & karyawan untuk memilih diantara bapak /ibu yg lebih cocok menggantikan saya selaku kurikulum dan atau bendahara sekolah
Demikian sepintas ulasan singkat saya, sebagai rangkuman materi yg sebenarnya akan sy sampaikan di dalam forum rapat sekolah. Dan tentunya lewat blog dan WAw group ini saya mohon tanggapan dari Bpk /Ibu Dewan Guru dan Karyawan SMP Muhammadiyah 4 Tayu. Mohon ma'af jika ada kekilafan dan kekurangan
Wassalamu'alaikum Wr Wb.
Comments
Post a Comment